Apakah Anak Kita Perlu Belajar Bahasa Cina? – May 30th, 2010

Tak dapat dipungkiri bahwa Cina telah menjadi kekuatan ekonomi utama dunia. Seperti yang pernah diramalkan peraih Nobel Robert Mundell di tahun 2002, Cina kini adalah “pabrik dunia” yang memproduksi barang-barang industri berharga murah. Sejak tahun ini, Cina telah mengalahkan Jerman sebagai eksportir terbesar dunia dengan pertumbuhan ekspor tahun lalu melebihi 17%. Tiga dari sepuluh bank terbesar dunia adalah milik Cina. (Kalau Anda belum tahu, sejak tahun 2008 lalu ICBC adalah bank terbesar dunia). Dengan PDB berkisar 5 triliun dollar, Cina memang masih jauh di belakang Amerika Serikat yang PDB-nya mencapai 14 triliun dollar. Namun, bila pertumbuhan ekonominya berlanjut maka di tahun 2027 Cina diperkirakan akan menyamai Amerika Serikat dalam besaran ekonomi.

Read the rest of this entry »

Posted in budaya, karir

Apa Prestasi Terbesar dalam Hidupmu? – May 29th, 2010

Apa prestasi terbesar dalam hidupmu?

Itu adalah pertanyaan yang disampaikan dalam sebuah sesi pelatihan pengembangan diri yang pernah kuikuti. Dalam sesi itu, kami diminta berpasangan dengan orang lain untuk bergiliran mendengar dan menyampaikan prestasi puncak masing-masing. Tujuannya adalah menguatkan diri bahwa kita pernah meraih sesuatu yang berharga dan bahwa kita bisa mengulanginya di masa kini dan mendatang.

Waktu itu aku menyebut beberapa hal yang membanggakan diriku. Pasanganku– seorang wanita paruh baya yang juga salah satu direksi perusahaan–tersenyum mendengarkan. Dia sendiri mengutarakan pengalaman pribadinya yang waktu itu menurutku ”biasa-biasa” saja. Begitu tidak terkesannya, aku jadi lupa apa yang dia ceritakan. Mungkin narsisme meliputi diriku sehingga tidak mengingat apa yang dia sampaikan, meskipun kini kusadari pastilah sebuah pengalaman yang berharga untuk direnungkan. Dia adalah wanita berprestasi yang layak diteladani.

Read the rest of this entry »

Work Hard, Play/Pray Hard – May 26th, 2010

Beberapa waktu lalu saya berbicara dengan seorang rekan kerja yang sudah berposisi cukup tinggi di Perusahaan, seorang Assistant Vice President berusia mid-forty dengan dua anak. Setelah lama ngobrol mengenai berbagai hal di Perusahaan, kami akhirnya berdiskusi mengenai kenaikan gaji yang jumlahnya tidak seberapa dibandingkan inflasi yang demikian tinggi. Dia mengeluhkan betapa gaji dia tidak cukup untuk menutup berbagai pengeluaran. Bahkan, salah satu yang dia sedihkan, cita-citanya untuk menyekolahkan anaknya di sebuah SMA swasta favorit kelas atas di Jakarta tidak kesampaian karena dia tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya masuk. Saya geli dalam hati mendengarkan keluhannya. Seorang AVP mengeluhkan kesulitan menyekolahkan anak karena gajinya yang terlalu ‘kecil’!

Read the rest of this entry »

Berpuasa Mengekang Nafsu Belanja – May 26th, 2010

“Expenses rise to meet income”, tulis Brian Tracy dalam The 21 Secrets of Self-Made Millionaires. Pengeluaran-pengeluaran kita akan naik mengikuti pendapatan kita. Secara umum, dikenal juga apa yang disebut Hukum Parkinson yang menyatakan bahwa permintaan atas suatu sumber daya akan bertumbuh untuk menyamai tingkat penyediaannya. Dalam contoh yang populer, pekerjaan kita akan terus bertambah sampai waktu kita habis terbagi. Berapa pun waktu yang tersedia, serasa tidak pernah cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan kita. Banyak eksekutif yang stress berat karena tekanan pekerjaan dan tuntutan waktu keluarga yang bersaing merebut waktunya yang hanya 24 jam sehari. Kepadatan lalu lintas kendaraan atau data (bandwith) akan tumbuh terus sampai terjadi kemacetan. Berapa pun bertambah besarnya harddisk kita, data kita akan bertumpuk memenuhinya sampai terasa kurang. (Dulu kapasitas 1 GB sudah luar biasa besar, sekarang 80 GB masih terasa kecil).

Read the rest of this entry »

Kakekku, Srintil, dan Elizabeth Gilbert – May 24th, 2010

Sampai kini aku masih takjub dengan kemampuan seorang dalang. Betapa tidak, dalang adalah seniman serba bisa: menyanyi, bersyair, melawak, dan berdrama melalui belasan tokoh yang berkarakter, bersuara dan bertingkah laku berbeda-beda. Tangan, kaki dan mulutnya bekerja semalam suntuk tanpa henti menghibur penonton melalui lakon-lakon yang tidak pernah menjemukan meskipun telah ditonton berulang kali.

Kakekku dulu adalah dalang terkenal di wilayah selatan kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Pada masa kejayaannya, dia bisa manggung terus-menerus selama beberapa bulan, terutama masa setelah panen di mana banyak orang menyelenggarakan hajatan.

Read the rest of this entry »